Kontroversi pernikahan sejenis

Belum lama ini, Pemerintah Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis, ini mengundang kontroversi di kalangan internasional. Kontroversi ini juga menyita perhatian kami dari persekutuan kecil kami, kami sebagai umat Kristen sangat menentang akan hal ini, dan pada kesempatan ini kami ingin mengangkat firman Tuhan yang sangat menentang akan hal ini, dari Imamat 20 ayat ke 13

Kudusnya umat Tuhan (Imamat 20 : 1-27)

Tuhan berfirman kepada Musa : 2) “Engkau harus berkata kepada orang Israel: Setiap orang, baik dari antara orang Israel maupun dari antara orang asing yang tinggal di tengah-tengah orang Israel, yang menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat negeri harus melontari dia dengan batu. 3) Aku sendiri akan menetang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya, karena ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dengan maksud menajiskan tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus. 4) Tetapi jikalau rakyat negeri menutup mata terhadap orang itu, ketika ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dan tidak menghukum dia mati, 5) maka Aku sendiri akan menentang orang itu serta kaumnya dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya dan semua orang yang turut berzinah mengikuti dia, yakni berzinah dengan menyembah Molokh. 6) Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyepkan dia dari tengah-tengah bangsanya. 7) Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah Tuhan, Allahmu.
8) Demikianlah kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan melakukannya; Akulah Tuhan yang menguduskan kamu. 9) Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri. 10) Bila seorang laki-laki berzinah dengan istri orang lain, yakni berzinah dengan istri sesamamu manusia, pastilah keduanya dikukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu. 11) Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang isteri ayahnya, jadi ia melanggar hak ayahnya, pastilah keduanya dihukum mati, dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri. 12) Bila seorang laki-laki tidur dengan menantunya perempuan, pastilah keduanya dihukum mati; mereka telah melakukan suatu perbuatan keji, maka darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri. 13) Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri. 14) Bila seorang laki-laki mengambil seorang perempuan dan ibunya, itu suatu perbuatan mesum, ia dan kedua perempuan itu harus dibakar, supaya jangan ada perbuatan mesum di tengah-tengah kamu. 15) Bila seorang laki-laki berkelamin dengan seekor binatang, pastilah ia dihukum mati, dan binatang itu pun harus kamu bunuh juga. 16) Bila seorang perempuan menghampiri binatang apapun untuk berkelamin, haruslah kaubunuh perempuan dan binatang itu; mereka pasti dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri. 17) Bila seorang laki-laki mengambil saudaranya perempuan, anak ayahnya atau anak ibunya, dan mereka bersetubuh, maka itu suatu perbuatan sumbang dan mereka harus dilenyapkan di depan orang-orang sebangsanya; orang itu telah menyingkapkan aurat saudaranya perempuan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri. 18) Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang perempuan yang bercemar kain, jadi ia menyingkapkan aurat perempuan itu dan membuka tutup lelerannya sedang perempuan itu pun membiarkan tutup leleran darahnya itu disingkapkan, keduanya harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya. 19) Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu atau saudara perempuan ayahmu, karena aurat seorang kerabatnya sendirilah yang dibuka, dan mereka harus menanggung kesalahannya sendiri. 20) Bila seorang laki-laki tidur dengan isteri saudara ayahnya, jadi ia melanggar hak saudara ayahnya, mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, dan mereka akan mati dengan tidak beranak. 21) Bila seorang laki-laki mengambil isteri saudarnya, itu suatu kecemaran, karena ia melanggar hak saudaranya laki-laki, dan mereka akan tidak beranak.
22) Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu, supaya jangan kamu dimuntahkan oleh negeri ke mana Aku membawa kamu untuk diam di sana. 23) Janganlah kamu hidup menurut kebiasaan bangsa yang akan Kuhalau dari depanmu: karena semuanya itu telah dilakukan mereka, sehingga Aku muak melihat mereka. 24) Tetapi kepadamu Aku telah berfirman: Kamulah yang akan memberikannya kepadamu menjadi milikmu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya; Akulah Tuhan, Allahmu, yang memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain. 25) Kamu harus membedakan binatang yang tidak haram dari yang haram dan burung-burang yang haram dari yang tidak haram supaya kamu jangan membuat dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan burung-burung dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah Kupisahkan supaya kamu haramkan. 26) Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, Tuhan, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.
27) Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
Penjelasan :
Firman Tuhan tentang “Kudusnya umat Tuhan” yang diangkat pada pergumulan kami pada hari ini karena akhir-akhir ini kejadian yang terjadi itu bukan kejadian-kejadian karena Tuhan itu mujizat tetapi kejadian dari ulah manusia yang mengeluarkan hukum-hukum tertentu untuk mendapat bagian kehormatan dirinya. Khususnya mengenai masalah perkawinan. Di dalam firman ini, di dalam Imamat ini dia berbicara untuk bagaimana manusia itu sadar, dia menengur setiap manusia yang berbuat jahat dihadapan Allah. Di dalam Imamat ini dia mengatakan Kudusnya umat Tuhan, jadi manusia yang percaya kepada Tuhan, kalau dia mau kudus di dalam kehidupannya, kudus dihadapan Tuhan, maka dia harus menjaga segala sesuatu dalam hal-hal duniawi, contohnya kita sudah ada di dalam Tuhan Yesus, apa yang menjadi untung, dan rugi itu Tuhan sudah mematerai semua itu, nah sekarang kita datang dalam hal yang baru, yaitu hal dimana kita diperhadapkan dalam situasi atau keadaan itu yang paling kita jaga, karena di dalam pengkotbah dia katakan bahwa segala sesuatu itu sudah ada sebelum ada, jadi apa yang dikatakan oleh firman Allah ini sekarang mulai ada dan mulai terjadi dimana-mana, mulai dilakukan oleh manusia. Kita sebagai anak-anak Tuhan kita harus menjaga agar kita jangan dapat melakukan segala sesuatu sesuai dengan dunia buat, atau orang lain buat. Kalau kita baca firman ini ada beberapa hukum, Tuhan berfirman kepada Musa, kamu dilarang melakukan begini, kamu dilarang melakukan segala sesuatu, dilarang menyerahkan anak-anakmu kepada Molokh, Molokh itu artinya Kenajisan. Saat ini banyak perdebatan tentang boleh atau tidak nya seseorang menikah dengan sesama jenis, laki dengan laki atau perempuan dengan perempuan. Ada yang setuju dan ada yang menentang hal ini, kenapa sampe ada 2 pendapat yang saling tertikai di dalam memahami suatu perbuatan manusia yang sudah terjadi, ini sudah terjadi. Yang menyetujui/yang mengakui hal ini adalah orang-orang yang sudah melakukan akan hal ini, orang-orang yang menentang akan hal ini pastilah orang-orang tersebut tidak melakukan akan hal-hal itu (perkawinan sejenis). Jadi Nampak kepada manusia bahwa manusia tidak takut lagi kepada Allah, bahwa manusia sudah melakukan kejahatan dihadapan Allah. Jadi kita harus jaga akan hal-hal ini. Kita diajar oleh Tuhan. Setiap hamba Tuhan, setiap Gereja tidak mau kotbah ini firman karena takut jemaat akan lari. Tapi kami disini di dalam persekutuan doa ini selalu diigatkan oleh Om Max selaku pembimbing kami, untuk selalu menjaga kekudusan. Hal kekudusan yang paling utama itu adalah dalam hal perkawinan. Perkawinan itu yang disebut kudus, bukan hal lain yang dikatakan kudus. Perkawinan yang dikatakan kudus, kita jaga kita punya perkawinan, rumah tangga yang kudus.
Saat ini di Amerika sudah ditetapkan undang-undang yang memperbolehkan pernikahan sejenis, laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan. Hal ini paling ditentang oleh Allah. Hal ini harus kita jaga, jika siapa yang melakukan hal seperti itu (pernikahan sejenis) Allah menistia dia. Allah menentang orang-orang yang seperti itu. Ini kita harus jaga, bukan saja kita yang sudah dewasa, atau kita yang sudah menikah/yang sudah berumah tangga, tapi kita harus jaga sampe anak cucu kita, kalau kita menjaga akan hal ini barulah ada kekudusan Allah. Kudus bukan masalah tentang makan-minum, tidak boleh merokok, tidak boleh minum bir , kudus bukan masalah anggur, tapi Kudus itu tentang hal/masalah perkawinan. Hal ini kita harus buka, kita harus benar-benar menentang akan hal itu. Kita bisa menentang siapa saja yang memperbolehkan hal ini (pernikahan sejenis), Kita bisa menentang Obama, sebagai peminpim Negara yang punya otoritas, Engkau bisa jadi peminpin yang punya otoritas, tapi jangan Engkau menentang Alkitab. Hukum Alkitab tidak menerima hal ini. Kenapa sampe hal ini bisa keluar, kenapa hal seperti ini bisa terjadi, karena Gereja tidak pernah membuka hal ini, kalau Gereja membuka hal ini, Gereja tidak pernah berkotbah tentang hal ini ,jika Gereja mengajarkan hal ini kepada manusia maka umat manusia pasti tidak akan keluar dari hal-hal ini (Hal-hal yang sangat ditentang Allah). Maka lemahnya kita orang Gereja, sekarang Obama sudah mengeluarkan hukum ini, kita baru mau berdoa, kemana saja kita selama ini? Dulu kau dimana? Gereja tidak pernah mau berkotbah tentang hal-hal ini.
13) Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
Ini firman Allah yang sudah menceritakan tentang hal ini, jadi jika firman ini di tulis di dalam Imamat 20 ini mencegah sebelum terjadi, tapi kita lihat, kenapa sampe terjadi? Kenapa sampe Gereja harus memperkati orang-orang seperti ini (orang-orang yang melakukan pernikahan sejenis) karena orang-orang tersebut masuk Gereja terus, melakukan ibadah seperti biasa, dan Gereja kasi, dan mengapa Gereja tidak pernah kotbah tentang hal-hal ini, agar mencegah sebelum terjadi. Kalau firman seperti ini kita lewati, kalau hal-hal seperti ini tidak pernah kita sampaikan kepada anak cucu kita, siapa yang salah??, dia yang salah atau pembimbing. Yang salah pembimbing, karena pembimbing tidak mau mengajar, yang sebenarnya hal kekudusan. Firman ini tentang hal-hal kekudusan, hal-hal perkawinan, mana yang boleh mana yang tidak boleh dilakukan. Kenapa hamba Tuhan atau pendeta tidak melarang akan hal-hal ini, karena dia melakukan hal yang sama, karena dia melakukan dosa yang sama, sehingga dia tidak bisa menegur atau melarang. Tetapi kalau orang yang benar-benar tidak melakukan hal itu dia akan benar-benar melarang. Jika Kau jadi pemimpin, bukan berarti Kau menjadi Allah, Engkau tidak boleh melawan hukum Allah, jangan kau rusak kekudusan Allah. Dalam Imamat 20 ayat ke 13, ini larangan yang paling keras, paling dilarang oleh Allah, kenapa laki-laki, karena laki-laki itu yang melakukan sek lebih tinggi dari pada perempuan. Apalagi wanita pun tidak boleh melakukan hal-hal seperti itu, (hubungan sejenis).
Kita boleh fanatic, fanatic dalam setia di dalam Tuhan, hukum Tuhan itu kamu jaga, Takut akan Tuhan. Ada hukum-hukum yang membatasi kita, kenapa ada firman ini keluar, agar besok-besok kita bisa ajar anak kita, besok-besok kita melihat keadaan seperti ini, kita bisa menjaga diri kita agar tidak seperti itu. Orang-orang yang melakukan hubungan sejenis, sudah keluar dari kekudusan Allah. Hal kekudusan Allah itu adalah masalah dari hal perkawinan. Sudah menikah jangan coreng pernikahan kita. Hal keKudus bukan berarti kita tidak boleh merokok, tidak boleh minum bir, tidak boleh makan ini-itu, tapi kekudusan Allah hal-hal menjaga perkawinan kita, agar kita tidak jatuh dalam hal perkawinan ini, melakukan hubungan sejenis, selingkuh, bersetubuh dengan orang yang bukan suami/istri kita, perbuatan-perbuatan seperti ini lah yang sangat menistai Tuhan, hal-hal seperti ini lah yang sangat di tentang oleh Tuhan, orang-orang seperti inilah yang keluar dari kekudusan Allah, kejatuhan manusia. Kejatuhan manusia akan hal-hal seperti ini, maka orang itu harus secepatnya melakukan pendamaian dengan Allah. Hal-hal ini harus kita jaga, maka itu kita ini diajar, agar besok-besok kita punya anak, jika dia bergaul salah, maka kita harus tegur. Kalau kita akrab dengan Tuhan Yesus, kita tidak akan buat hal-hal seperti ini, hal-hal yang menistai Tuhan. Kalau kita akrab dengan Tuhan Yesus, kita akan buat hal-hal yang baik, kita akan menceritakan hal-hal yang baik. Allah adalah Allah yang cemburu, karena Allah sangat menjaga kekudusan, karena Allah itu kudus, maka kita harus menjaga hal kekudusan ini, menjaga kekudusan perkawinan kita, jaga kekudusan rumah tangga kita.
Kenapa sampe orang kawin perempuan dengan perempuan atau laki-laki dengan laki-laki? Di beberapa Gereja sering ada dokma tentang, “janganlah kamu bergaul dengan orang-orang yang tidak punya roh atau tidak se-roh”. Seandainya rusuknya datang dari gereja lain, dia tolak, karena mengganggap dari gereja/orang yang tidak punya roh, dia menjadi fanatic.Ketika dia mengasingkan diri, disini dia berteman akrab atau bergaul dengan sesama jenis, laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan, bebas mereka, tidur satu tempat tidur, tiba-tiba timbul suatu keinginan sek, rapatlah dia dan peluk, yang peluk juga rasa enak, jadilah suatu manisfestasi perbuatan najis dihadapan Allah, terjadilah dalam kehidupan mereka, dan mereka-mereka ini tetap datang ke Gereja, tetap beribadah seperti biasa dan mengganggap diri mereka biasa saja tidak merasa bersalah, dan Gereja pun membiarkan hal ini terjadi dan sangat jarang sekali kotbah-kotbah tentang hal ini bahkan tidak ada. Siapakah yang salah dalam hal ini?? Pemerintahnya? Gereja nya? Pemimpin Gerejanya? Pribadi? Gembalanya? .
Kami dalam persekutuan kecil ini sangat menentang akan hal ini, kami siap untuk menetang hal-hal seperti, Hai Obama, hai Gereja-gereja, jangan biarkan pernikahan sejenis ini terjadi. Ini jahat, ini perbuatan yang menistakan Tuhan, Makanya pada kesempatan ini kami angkat tema ini, kami angkat firman Tuhan ini sebagai bentuk/singkap menentang kami.
Mari kita selalu berdoa, mari kita selalu belajar agar firman Tuhan, dan tetap setia kepada Tuhan Yesus agar kita, anak-anak kita dan keluarga kita terhindar dari hal-hal ini, hal-hal yang menistakan Tuhan







Di dalam persekutuan doa kami, om Max sebagai pembimbing kami selalu menekankan agar kita dapat mengenal Tuhan secara pribadi yang memang secara sungguh-sungguh dari pribadi kita sendiri, dari lubuk hati kita untuk mengenal Tuhan secara mendalam, untuk dapat mengerti pribadi Tuhan itu sendiri seperti apa.
Jangan sekedar datang ke Gereja, ke persekutuan, ke tempat-tempat KKR, bernyanyi, mendengarkan firman, lalu pulang dan firman itu lenyap. Continue reading