Dunia membenci Yesus dan murid-murid-Nya
(Yohanes 15 : 17-27)

17) Inilah perintah-Ku kepadamu: “Kasihilah seorang akan yang lain.”
18) “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. 19) Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. 20) Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. 21) Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku. 22) Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka!. 23) Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku. 24) Sekiranya AKu tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku. 25) Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan. 26) Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 27) Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”
Uraian:

Ayat 17, Kasihilah seorang akan yang lain, mengingatkan kita agar kita harus mengasihi seorang akan yang lain, jadi saling mengasihi itu banyak hal yang harus kita lakukan, mengasihi dengan segala kasih yang Tuhan berikan kepada kita, mengasihi itu ada juga dengan tatacara, tata krama, ada juga dengan pemberian, ada juga dengan kebersamaan, Jadi kasih itu banyak, banyak yang perlu kita lakukan. Terkadang kita hanya bisa melakukan kasih hanya beberapa tetapi kita katakan bahwa kita sudah menjalankan kasih, Yang perlu ditekankan disini adalah Kasih itu banyak, ketika kita sudah menjalankan beberapa kasih, tapi mungkin ada kasih kasih lain yang belum kita jalankan, berarti belum ada kepenuhan didalam kasih itu, sehingga dalam Firman Allah dikatakan bahwa Tuhan itu penuh kasih. Penuh Kasih itu berarti penggenapan di dalam kasih itu, Tuhan menggenapi segala kasih itu kepada kita sebagai orang yang percaya. Kadang kita manusia kita bisa mengira, kita bisa mengukur, ooohh saya sudah mengasihi dia dengan jalan begitu,..oooo saya sudah mengasihi dia dengan jalan begini, tetapi apakah didalam kita menyatakan ini kepada siapa, kepada manusia, kepada dunia, kepada siapapun, tetapi apakah kita sudah mengoreksi bahwa ada kasih lain yang belum kita berikan? Belum memberikan pada apa yang diperlukan sehingga kasih kita belum genap. Contoh: kadang kita memberi kasih itu kepada anak kita, tapi anak itu masih butuh, berarti kasih yang kita berikan itu belum penuh, sehingga anak itu masih butuh kasih, dan sebagai anak dia masih tetap membutuhkan kasih itu. Di dalam diri kita pun kita harus benar-benar menggenapi kasih itu, kasih apa yang kamu mau, genapilah kasih itu. Sama dengan Tuhan, Tuhanpun tetap mengasihi kita, Dia menggenapi kasih itu, jadi kasih itu banyak, banyak kasih, kasih itu bisa dari tatapan, kasih itu bisa dari wajah, dari tata krama, kasih itu bisa juga berupa pemberian, bisa berupa perhatian, kasih itu banyak macamnya. Banyak sekali macam yang kasih yang harus dilakukan oleh orang percaya karena disini kita dituntut kita menjalani kasih. Di dalam kasih itu benar-benar dituntut kasih yang tulus yaitu rela…rela memberi apa yang dibutuhkan. Banyak yang perlu kita pelajari sehingga kasih itu tidak terbatas, kasih itu tidak putus-putusnya, kasih itu tetap berjalan dan tetap nyambung. Di dalam firman ini kita diajar untuk kita memenuhi kasih itu. Okee hari ini kita mengasihi suami/istri kita dengan senyum, tapi bisa besok mungkin istri/suami kita membutuhkan kasih itu dengan apa…bisa pemberian, bisa waktu dll, itu baru kasih terhadap suami/istri kita belum terhadap orang-orang yang selalu bersama kita yang memerlukan kasih, belum lagi saat kita diperhadapkan dengan orang lain yang sangat membutuhkan kasih sehingga di dalam firman ini kita dituntut untuk kita menjalankan kasih. Kasih itu memang penting sekali, kasih itu tidak boleh terlepas dari kita, karena kita harus mengasihi. Di dalam hal ini kadang kita manusia mengukur kasih kita kepada orang lain, kasih kita kepada sesama, kasih kita kepada siapa pun dia, mereka memerlukan kasih, ada kasih 1, kasih 2, dan seterusnya, tidak terhingga, sehingga kalau kita merenungkan firman ini , kasih itu banyak yang harus kita lakukan. Jadi jangan kita resah, jangan kita capek, jangan kita bosan, untuk kita menjalankan kasih itu, kita memberi kasih itu. Kita mempertahankan nilai kasih itu kepada Tuhan, kasih yang terbaik kepada Tuhan itu adalah KESETIAAN. Kita setia, kita taat dalam mengasihi Tuhan, kita hadir dalam kasih Tuhan. Terkadang kita manusia berpikir ooo saya sudah mengasihi, apakah kasih yang kita berikan itu sudah penuh atau tidak? Sudah genap atau tidak? Kasih itu tidak putus-putusnya kasih itu tidak terhingga, terus berjalan, terus kita diperhadapkan dengan kasih, ketika kita diperhadapkan dengan kasih yang harus kita lakukan, Kasih bukan sesuatu yang cukup bagi orang, yang cukup bagi Tuhan, dan yang cukup bagi kita, kitapun butuh kasih itu, kasih yang banyak, orang lainpun sangat membutuhkan kasih yang banyak, sehingga saat kita diperhadapkan dengan orang yang membutuhkan kasih, kita bisa mengasihi dia, harus ada penggenapan, penggenapan apa? Penggenapan harapan dia, harapan apa? Harapan supaya digenapi, Kasih tidak pernah putus. Kita dituntut mengasihi. Dalam kebersaan kita ada kasih yang penuh, mungkin ada sesuatu masalah/problema yang mengganjal kita, tapi tetap kita menghilangkan persoalan itu sehingga kita bisa dapat satu dalam suatu kelompok, satu dalam persekutuan, karena kita datang dalam kasih kepada Allah.
Kita harus belajar merenungkan kasih mula-mula kita kepada Tuhan, dan kita harus merenungkan berapa besarnya kasih Tuhan kepada kita, tidak putus-putusnya kasih Allah.
Dalam ayatNya yang ke 18 dikatakan “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Karena kasih, dunia membenci Tuhan, karena Tuhan mengasihi kita, yang percaya, karena Kasih, Dunia membenci kepada kita yang percaya kepada Tuhan, dunia juga membenci Tuhan karena Tuhan ada dalam kehidupan kita. Di dalam hal ini artinya bahwa kita harus benar-benar mengasihi Tuhan, ketika kita mengasih Tuhan, disitu Tuhan akan mengasihi kita. Dunia membenci Aku, maka dunia akan membenci kamu, kenapa? Karena kamu pengikut Aku. Dunia akan membenci Tuhan, karena Tuhan punya pengikut, pengikut nya siapa? Yaaa adalah kita-kita yang percaya. Kasih itu sangat-sangat besar, kasih itu penuh dengan perasaan, penuh dengan nurani, kasih itu dengan nurani. Kasih yang sempurna akan ada kepenuhan, kasih yang sempurna akan bertahan.
19) Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu
Dulu kita dari dunia, tapi setalah kita di dalam Tuhan, kita bukan lagi dari dunia. Dulu kita dari dunia, tapi setelah Tuhan mengambil kita dari dunia, kita bukan lagi dari dunia. Semakin kita akrab dengan Tuhan, dunia akan semakin membenci kita. Kita tidak perlu takut lagi, kita tidak perlu kuatir karena Tuhan telah mengambil kita dari dunia, kita sudah terlepas dari dunia.
20) Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. 21) Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku. 22) Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka!. 23) Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.
Kita akan diperhadap dengan segala persoalan, tapi ingat, seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari tuannya, ingatlah bahwa Tuhan telah mengalami segala sesuatunya, tetaplah menjadi kuat, Ketika orang membenci kita, dia juga membenci Tuhan, ketika orang membenci Tuhan, dia juga membenci kita.
26) Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 27) Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”
Kita diajarkan tentang Kasih, kita dituntut melakukan kasih itu, dan kita bersaksi melalui Kasih.

Posted in Artikel
Share this post, let the world know

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>