Markus 10 : 17-31

Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah (Markus 10: 17-27) dan

Upah mengikut Yesus (Markus 10: 28-31)

Orang kaya sukar masuk Kerjaan Allah

17) Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” 18) Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. 19) Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan janji dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!” 20) Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” 21) Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” 22) Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

23) Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya disekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” 24) Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. 25) Lebih mudah seekor unta melewatu lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerjaan Allah. 26) Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” 27) Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Upah mengikut Yesus

28) Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” 29) Jawab Yesus “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapaknya, anak-anaknya atau ladangnya, 30) orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. 31) Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Uraian :

Ada 2 perikop yang kita baca hari ini, dari bacaan ini kita lihat ada 2 macam orang yang mengikut Yesus yaitu orang kaya dan yang kedua adalah pengikut Yesus yaitu murid-murid. Jadi ada 2 macam kehidupan, ada orang kaya yang mau mengikut Yesus tapi dia tanya kepada Yesus apa yang harus dia buat supaya memperoleh hidup yang kekal. Kalau di dalam perikop “Upah mengikut Yesus” murid-murid bertanya bagaimana Yesus? Kami mengikut Yesus, dan meninggalkan segala sesuatu, dan apa yang akan kami dapat?

Jadi ceritanya ada orang kaya yang ingin mengikut Yesus dan dan juga orang yang tidak kaya tapi mengikut Yesus ada 2 macam, terutama murid-murid Yesus itu belum kaya, mereka tidak punya apa-apa, mereka orang-orang biasa, tetapi orang kaya itu dia sendiri datang kepada Yesus, dia bertanya apa yang harus ia lakukan apa yang harus dia perbuat supaya punya upah di surga atau bisa masuk kerajaan surga, Tuhan bilang kepada orang kaya itu, kamu jual seluruh hartamu dan bagi-bagikan kepada orang miskin, kalau kita lihat satu hal kenapa Yesus menyuruh orang kaya itu menjual seluruh harta nya dan membagikan kepada orang miskin, pasti ada penyebab mengapa Tuhan Yesus menyampaikan hal itu, bisa jadi karena orang kaya itu sering tidak memperhatikan orang-orang miskin, sehingga Yesus menyuruh hal ini kepada orang kaya itu. Yesus menyuruh menjual seluruh harta dan membagikan kepada orang miskin, ini yang menjadi masalah besar bagi orang kaya itu dan bagi siapa pun, ini adalah masalah yang rumit, yang sulit untuk diterima, kenapa sulit dilakukan? Karena dari awal orang kaya ini   tidak suka memberi, tidak memperhatikan orang miskin, tiba-tiba dia mau datang dan mengikut Yesus, inilah yang menjadi kendala bagi dirinya, inilah yang menjadi persoalan.

Diantara kehidupan manusia bukan karena segala sesuatu yang dimiliki, tetapi bagaimana segala sesuatu yang dimiliki itu ia dapat menggunakannya dengan baik. Kalau dia dapat menggunakan dengan baik harta yang dimillikinya berarti dia mengetahui sisi kehidupan mana yang harus dilakukan, sehingga saat dia dituntun untuk melakukan tugas nya itu, karena dia belum melakukan maka terasa berat. Siapa pun kita, saat kita belum melakukan tugas apa yang menjadi kewajiban kita, seberapa hebatnya kita, sebarapa kuat nya kita tapi kalau kita tidak pernah melakukan apa yang menjadi tugas yang dibebankan kepada kita, maka semua itu akan menjadi berat, akan menjadi persoalan bagi kita. Tapi kalau kita sudah melalukan hal-hal atau tugas yang diberikan kepada kita maka saat Tuhan tuntut kita, saat Tuhan tanya kita, kita akan mudah menjawabnya tidak akan menjadi beban atau persoalan bagi kita karena kita sudah melakukannya. Contoh kecil saja, kalau kita jarang bersih-bersih rumah, saat kita membersihkan akan menjadi berat, dan susah membersihkannya.

Saat kita mendiamkan atau melalaikan segala sesuatu akan menjadi berat. Tapi kalau kita lakukan setiap hari akan menjadi ringan. Ada tugas masing-masing pada diri kita contoh sebagai orang percaya, kita ditugaskan membaca Alkitab setiap hari, kalau kita tidak membaca berarti kita lalai, banyak contoh-contoh kecil lainnya. Di dalam firman ini, keterlambatan, kelalaian, ketidakberdulian orang kaya ini, melakukan hal kasih itu terhadap orang miskin sehingga tidak dapat mengikuti Yesus.

Dalam perikop “Upah mengikut Yesus” murid-murid ikut Yesus dengan baik, dengan pasrah/berserah, ketika orang kaya tadi bertanya, maka murid-murid pun bertanya kepada Yesus, Tuhan kami ini bagaimana? Kami telah meninggalkan segala sesuatu untuk ikut Engkau. Dan Tuhan menjawab:

29) Jawab Yesus “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapaknya, anak-anaknya atau ladangnya, 30) orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Kalau murid-murid meninggalkan segala sesuatu untuk ikut Yesus, tapi kalau orang kaya tadi tidak mau meninggalkan segala sesuatu nya.

Firman ini mengajarkan kita mengingatkan kita untuk selalu mengasihi, kalau kita kaya janganlah menjadi sombong, tetaplah mengasihi, kita harus jalankan tugas kita.

Posted in Artikel
Share this post, let the world know

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>