Pemahaman tentang Buah-buah Doa

Pemahaman buah-buah doa adalah merupakan salah satu pengajaran yang secara pribadi belajar berkomunikasi dengan Tuhan.

Setelah buah-buah doa dari pengajaran sebelumnya, sudah didapat, belajarlah beriman, bertekun agar buah-buah doa itu menjadi nyata dalam kehidupanmu, sehingga kita akan semakin beriman, dan semakin kuat dalam iman kita kepada Tuhan Yesus.

Belajar berkomunikasi dengan Tuhan dengan belajar sesuatu lewat iman, dan ketekunan. Belajar masuk dalam ketekunan, ketekunan ini mempunyai sifat takut akan Tuhan dan setia pada Tuhan, ketekunan ini tidak dapat ditopang oleh orang lain, tidak dapat dipaksakan oleh orang lain tapi ketekunan itu sendiri harus datang dari diri sendiri, dari masing-masing pribadi dengan dituntun oleh Tuhan. Ketekunan ini akan menjadi kuat karena didasari oleh keimanan, keimanan yang ada dalam pribadi orang tersebut. Ada orang-orang tertentu belajar bertekun dengan kepasrahan diri, berani menghadapi setiap situasi apapun. Pemahanan tentang buah doa ini sifatnya individu bisa juga belajar dengan kolompok kecil, tidak bisa terjadi dalam kelompok besar karena untuk pemahanan buah-buah doa ini memerlukan ketekunan dan mengasingkan diri, menyatu dengan Tuhan menjalin komunikasi secara pribadi dengan Tuhan.

Contoh masuk dalam ketekunan adalah dalam hal membagi waktu, waktu untuk Tuhan, waktu untuk pekerjaan, waktu untuk dirisendiri dan keluarga. Belajar untuk tidak mengabaikan waktu, belajar untuk mengetahui mana yang lebih utama, mengambil waktu lebih banyak untuk Tuhan

Sehingga dari ketekunan ini akan muncul sifat-sifat : Takut akan Tuhan dan Setia kepada Tuhan. Tandanya : orang seperti ini akan bisa memperolah suatu kekuatan dari Tuhan, berupa karunia, karunia penglihatan, mimpi, pujian,

Banyak orang berpikir sulit untuk mendapatkan karunia, namun orang yang melakukan ketekunan, Takut dan setia kepada Tuhan, orang yang melakukan hal seperti ini akan mudah untuk mendapatkan kasih Tuhan, melihat rahasia-rahasian kemulian Tuhan, dan banyak mendapat karunia-karunia. Mudah untuk mendapatkan tapi yang terpenting adalah mempertahankan karunia itu. Bisa saja kamu hari ini, malam ini berdoa, bertekun didalam Tuhan, malam itu juga kamu bisa mendapatkan mimpi/karunia penglihatan dari Tuhan, tapi keesokan harinya jika kamu tidak setia, pengliatan itu bisa hilang lagi. Dibutuhkan ketekunan, setia dan takut akan Tuhan.

Banyak juga orang-orang yang melakukan hal ini hanya untuk kewajiban, tapi tidak menyatu dengan Tuhan, sehingga karunia itu akan sulit dia dapatkan.

Ciri-ciri orang yang mempertahankan suatu keimanan

Mengabaikan sesuatu yang bersifat fisik, tidak memperdulikan hal-hal yang bersifat fisik, tidak dipusingkan dengan sakit penyakit. Contohnya kami di dalam persekutuan kami, jarang pergi ke dokter, kalau sakit tidak pergi ke dokter untuk mencari tahu tentang penyakit itu, tapi kami mencari Tuhan, berdoa, bergumul untuk mencari tahu kenapa Tuhan ijinkan sakit penyakit itu di dalam diri kita, Tuhan memberikan kita sakit, itu berarti Tuhan menengor kita dan Tuhan ingin kita berdiam diri sejenak, merenungi diri kita memberi waktu untuk Tuhan, berserah hanya kepada Tuhan, kepasrahkan kamu akan dihitung oleh Tuhan, semakin kita pasrah kepada Tuhan, bertekun di dalam Tuhan, maka bukti iman semakin nyata, kasih Allah akan semakin kita rasakan dari situlah kita akan semakin beriman.

Ciri-ciri lainnya adalah selalu berlutut, saat dia menghadapi persoalan apapun dalam hidupnya dia selalu berlutut, berdoa, berseru kepada Tuhan, menarik diri, mengasingkan diri atau orang dunia bilang bersemedi. Bagi kita yang banyak disibukkan oleh pekerjaan dan urusan rumah tangga, ambilah waktu pada malam hari, dimana disaat suami/istri dan anak-anak sudah tidur, tarik diri, ambil waktu berdua dengan Tuhan, berkomunikasilah dengan Tuhan.

 Mulai masuk untuk belajar mengimani dirinya dengan Tuhan, maka Tuhan akan semakin dekat, Tuhan mulai memperdulikan dia, sehingga semakin banyak kasih karunia dan pertolongan Tuhan. Karunia itu bisa didapat dari kemauan, ketekunan, bisa memberikan waktu lebih banyak untuk memohon dan meminta, karena Tuhan sangat membutuhkan pekerja.

Orang-orang yang seperti ini akan semakin tersisih, karena dia menganggap apa yang orang lakukan tidak ada nilainya karena sudah ada kekuatan roh didalam dirinya, dan nilai Allah yang lebih tinggi.

Kejarlah karunia itu, dan biarkan Tuhan memurnikan karunia itu, karena karunia juga bisa datang dari iblis, hati-hatilah kalau karunia dari Tuhan bersifat tertib, sopan santun, teratur dan terarah.

Tuhan Yesus memberkati, amin….

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>