Siapa yang menyesatkan orang
(Matius 18: 6-14)

6) “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. 7) Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 8) Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kelal. 9) Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.
10) Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu : Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. [11 Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang]”.
12) “Bagaiaman pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang Sembilan puluh sebilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? 13) Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yamg kesembilan puluh Sembilan ekor yang tidak sesat. 14) Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pu dari anak-anak ini hilang.”
Uraian :
6) “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
Artiinya ketika orang itu dia meremehkan siapa pun dia, dia menggangap orang itu tidak berarti,ketika orang itu tidak berarti, orang itu disebut juga sebagai orang kecil. Dalam masa-masa Taurat itu, orang itu kalau dianggap rendah artinya orang itu belum bisa sesuatu, orang itu disebut anak kecil , tidak dihiraukan. Jadi dalam masa-masa kepercayaan itu belum masuk dalam jiwa/kehidupan manusia, itu manusia mengangap bahwa manusia itu rendah, ketika dia menganggap manusia itu tidak berarti, tidak punya apa-apa.
Tuhan memakai suatu perumpamaan tentang bagimana manusia itu membedakan satu sama lain. Kalau orang membedakan manusia itu lebih baik dia diikat, misalnya saya menyesatkan salah satu dari orang percaya itu lebih baik saya diikat dengan batu kilangan dan saya dibuang di dalam laut, itu artinya bahwa ketika orang itu menyesatkan siapapun, lebih baik dia diikat dan di buang didalam laut. Sehingga dalam firman dikatakan 7) Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Memang benar ada penyesatan tapi yang membuat penyesatan itu adalah orang yang celaka, jadi orang yang membuat penyesatan itu adalah orang yang belum kenal tentang kebenaran Allah. Celakalah dia karena dia melakukan sesuatu di luar dari , kebenaran Allah. Kita dituntut agar kita jangan melakukan sesuatu yang mencelakan orang lain. Kita dituntut untuk belajar kebenaran Allah, jangan coba-coba kita menyesatkan orang siapapun dia, kita pun harus berhati-hati agar kitapun jangan tersesat. Kita dibimbing oleh firman Allah, kita dipimpin Allah supaya kita melepaskan segala sesuatu perbuatan-perbuatan yang mencelakakan orang lain. Kita mengoreksi diri kita agar hal-hal itu jangan ada dalam diri kita. Dalam ayat 8 dikatakan Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Jadi misalnya kalau tangan kita tidak bersih/kotor, lebih baik tangan kita di potong saja, agar tubuh yang lain bisa masuk surga. Artinya bahwa kita jangan biarkan tangan kita melakukan sesuatu yang tidak baik. Begitu pula kaki kita. Kalau kita di dalam Tuhan, kalau perut sakit itu berarti kurang jaga makan, kalau tangan sakit, berarti tangan ada salah, kalau kaki sakit itu berarti kaki salah, kalau kepala sakit, berarti terlalu banyak mikir, itu berarti bahwa kita berada di dalam Tuhan, kita dituntun oleh Firman supaya kita menjaga diri kita supaya kita jangan terjebak oleh sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Tuhan, Kita harus jaga kaki kita agar kaki kita tidak melangkah ke tempat yang tidak baik, daripada kita membiarkan kaki kita melangkah ke tempat yang tidak baik tapi seluruh tubuh kita masuk ke neraka. Firman ini berarti bahwa bagian dari kehidupan kita,kita tidak bisa membiarkan apapun dari diri kita terisi sesuatu yang tidak baik dan kita mengambil sesuatu yang tidak baik atau kita melakukan sesuatu yang tidak baik, kita diperintahkan untuk menjaga tubuh kita seutuhnya. Dan jika matamu menyesatkan, buang lah itu….artinya kalo mata kita berdosa, cukil saja, tapi siapa yang berani melakukan hal itu? Siapa yang berani mencukil matanya?. Lebih baik kita cungkil mata kita atau lebih baik melepaskan segala sesuatu yang tidak baik dari pandangan mata kita?? Yang lebih baik itu kita melepaskan segala sesuatu yang tidak baik dari pandangan kita, supaya mata kita jangan kena cungkil, supaya kita jangan dihukum.
Agar tubuh kita jangan dicampakkan ke dalam api, kita harus menjaga tubuh kita, menjaga mata kita dari pandangan yang tidak baik. Kita harus selalu jaga keutuhan diri kita, supaya dengan keutuhan diri kita diterima dihadapan Tuhan dengan utuh.
10) Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu : Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. Orang yang kita anggap rendah, orang yang kita anggap tidak berarti kita tidak tahu bahwa dia itu punya Allah, kita tidak tahu bahwa dia itu punya Tuhan, nah ketika kita mengganggap dia rendah dan tidak berarti kita tidak memperdulikan dia, kita tidak tahu bahwa dia punya Tuhan yang sudah menghukum kita sehingga kita diajar agar jangan menganggap siapapun rendah. Ketika orang mau masuk ke dalam kerajaan Surga dia harus melepaskan sesuatu yang bertentangan dengan maksud/kehendak Tuhan, Surga itu tidak mengisi tangan yang kotor, surga tidak bisa mengisi bibir mulut yang kotor, kaki, tangan yang kotor, kalau misalnya didalam diri kita mengalami hal-hal seperti itu maka kita bisa dihukum. [11 Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang]”. Yang hilang itu artinya yang kita anggap tidak berarti. Kalau kita mau dapat yang baik, di surga itu kan hanya ada kebaikan, ketika seseorang berbuat baik, maka dia akan memperoleh sesuatu yang baik. Contohnya: kita bisa main gitar, kita mengiringin persekutuan dengan bermain gitar, dan ketika kita mati, kita tidak dapat membawa ini gitar ke surga, karena jalan di surga itu sempit. Hanya kita bisa membawa diri kita, keutuhan diri kita , kepolosan kita.
12) “Bagaiaman pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang Sembilan puluh sebilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?. Ini artinya bahwa Tuhan tidak mau kita itu ilang dari Dia, Tuhan tidak mau orang percaya hilang dari Dia. Kita juga harus memberikan suatu bimbingan kepada keluarga kita, kepada anak kita, kepada istri/suami kita, supaya kita jangan hilang dari hadapan Tuhan, salah satu jangan ada yang hilang. Kalau kita sudah terlancur salah mendidik anak dari dia kecil akan sangat sulit merubahnya kalau dia sudah besar nanti. Contoh saat anak kita masih kecil-kecil, masih kita bisa bimbing masih kita bisa ajar, tapi kalau dia sudah besar, kita sudah tidak bisa lagi, kalao kita salah bimbing dan jika kita tidak bisa bimbing, besok-besok jangan kita menyesal. Kalau kita dalam satu keluarga, kalau salah satu tidak masuk dalam kerajaan surga, kira-kira sakit ga?? Sedih ga? Masih ada kesempatan kita perlu kita harus mencari dia, membimbing dia, mengajar dia seperti seorang gembala, seratus ekor dia bawa domba, tapi kalau hilang satu, dia kasi tinggal yang 99 domba dan si Gembala akan mencari yang seekor yang hilang. Ini artinya bahwa kita harus menjaga sesuatu keutuhan kehidupan kita agar kita jangan pinjang. Kadang orang mengejar kehidupan, kejar…kejar, tapi dia tidak mengejar kehidupan yang lain seperti keluarga nya dan bisa saja keluarganya tersesat di hari esok, jangan sampai menyesal. Anak –anak kita harus kita dekatnya dengan Tuhan. Yang menjadi berharga dan bernilai, yang dilihat dari kebaikan Allah itu adalah, ajaran kebenaran itu. Kalau kita ajar anak-anak kita hal yang baik, dia akan memperoleh hal yang baik, setelah dia memperoleh yang baik, maka dia mempunyai nilai yang baik.
Jagalah kehidupan kita itu agar kehidupan kita jangan cacat. Catat itu artinya jangan sampai salah satu dari diri kita itu merusak hidup kita/jiwa kita.
Kita harus banyak berdoa, kita harus banyak mengoreksi diri kita, kita harus banyak memohon ampun, segala noda dan dosa kita itu yang menjadi penghalang dalam hubungan kita dengan Tuhan, untuk itu kita harus mempertahankan kebaikan itu.
14) Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pu dari anak-anak ini hilang.”
Tuhan menguji kesetian kita, sampai akhir mahkota kita dapat dari Tuhan Yesus. Kerjakanlah keselamatanmu.

Posted in Artikel
Share this post, let the world know

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>